Just another WordPress.com site

motor bakar internal

Dalam industri kita akan akrab dengan peralatan dan mesin industri. Diantara banyaknya peralatan dalam industri, motor penggerak atau pembangkit energi merupakan salah satu contoh peralatan industri yang paling utama kita temui. Motor penggerak tersebut berfungsi sebagai penghasil energi baik untuk pengolahan raw materials tingkat 1 ataupun tingkat lanjut. Motor penggerak yang banyak digunakan adalah motor bakar. Motor bakar dalam industri sifatnya fundamental karena alat ini adalah pusat energi dari semua mesin yang ada dalam mesin bermotor.

Motor bakar selain dalam dunia industri dapat juga kita jumpai pada pemakaiaan umum misalnya kendaraan pribadi. Mesin mobil maupun mesin kendaraan roda dua memanfaatkan kerja motor bakar sebagai penggerak mesin agar dapat dijalankan.

Motor bakar yang sering digunakan saat ini adalah jenis motor bakar dengan menggunakan bahan bakar bensin dan solar. Meskipun untuk jenis tertentu motor bakar ada yang menggunakan bahan bakar avtur dan batubara. Pada praktikum kali ini dipelajari motor bakar yang menggunakan bahan bakar bensin. Motor bakar yang dibahas nantinya merupakan motor penggerak yang digunakan untuk penghasil energi di lingkungan industri.

Pada dasarnya kedua motor bakar mempunyai prinsip menggunakan tenaga dari hasil pembakaran yang memiliki tekanan tinggi dan mendorong piston yang dihubungkan pada roda gila sehingga menghasilkan kerja.

Gambar 1 Mesin 4-tak

Motor 4-tak adalah motor yang memerlukan empat langkah dalam satu siklus kerjanya. Siklus kerja yang dialami mesin 4-tak yaitu Intake, Kompresi, Combustion, dan Exhaust. Langkah Intake adalah pengambilan bahan bakar dan oksigen dari karburator yang sudah di set untuk pembakaran pada piston melalui katup untuk karburator. Lalu terjadi kompresi pada ruang bakar yang tertutup rapat sehingga menghasilkan tekanan lalu terjadilah Combustion yaitu pembakaran yang mendorong piston dan menghasilkan kerja serta membuka ruang udara untuk pembuangan, maka satu siklus telah terjadi dan berulang terus(Mukti,2004).

Gambar di atas menunjukkan model mesin 4-tak dalam keadaan diam. Piston yang terhubung dengan roda gila di dalam Coolant tempat bergeraknya piston serta ruang pembakaran. Di atasnya terdapat dua katup untuk Intake (A) dan katup untuk Exhaust(J), katup tersebut berguna mengatur proses masuk keluarnya udara dan bahan bakar serta hasil pembakaran yang terjadi di dalam Coolant. Juga terdapat sambungan untuk busi atau Spark Plug yang melakukan pembakaran.

Untuk motor 4-tak kelebihan yang dimiliki dilihat dari efisiensi, hasil residu serta keawetan mesin. Karena pada sistem pembakaran 4-tak menghasilkan pembakaran sempurna maka pemakaian bahan bakar menjadi hemat. Pada mesin ini juga adanya tahap tanpa terbakar yang menjadikan mesin tidak menjadi terlalu panas sehingga keawetan mesin terjaga.

Meskipun begitu karena adanya tahap tanpa bakar ini tenaga yang dihasilkan oleh mesin 4-tak tidak sebesar mesin 2-tak, serta mesin ini memiliki sistem rumit sehingga relatif lebih mahal dari mesin 2-tak. Mesin 4-tak banyak digunakan untuk kendaraan-kendaraan pribadi seperti sepeda motor bebek dan mobil sedan.

Motor 2-tak adalah mesin yang dalam satu siklus kerja hanya dibutuhkan 2 langkah, yaitu langkah hisap dan kompresi serta langkah kerja dan buang. Pada langkah pertama piston naik ke atas yang sebelumnya vakum dan terisi oleh bahan bakar dan udara, sehingga menghasilkan tekanan. Lalu terjadi percikan api dari busi sehingga piston terdorong ke bawah dan menghasilkan kerja, sisa pembakaran keluar serta bahan bakar dan udara masuk lagi dan mengulang siklus kerja tersebut(Sirajuddin,2009).

Gambar 2. Mesin 2 tak

Untuk motor 2-tak hanya diperlukan satu katup untuk mengatur masuknya udara dan bahan bakar karena langkahnya yang cepat untuk pembakaran sekaligus pembuangan, berbeda pada 4-tak yang memerlukan dua katup untuk bahan bakar dan pembuangan.

Gambar menunjukkan mesin 2-tak melakukan proses kerjanya, gambar yang di sebelah kanan pada saat mesin melakukan kompresi dan saat berbenturan dengan busi di atasnya terjadilah pembakaran yang menghasilkan kerja. Proses kerja ditunjukkan pada gambar kedua serta proses pembuangan mesin tersebut.

Keunggulan yang dimiliki motor 2-tak adalah dapat menghasilkan tenaga yang besar karena pada siklusnya yang singkat serta cepat sehingga motor 2-tak banyak digunakan untuk mesin penggerak yang memerlukan tenaga yang besar seperti traktor dan mesin penggiling padi. Tetapi mesin motor ini memiliki permasalahan pada hasil pembakarannya, karena pembakaran yang terjadi tidak sempurna maka gas buang yang dihasilkan juga kotor, serta membuang banyak bahan bakar yang tidak terbakar pada saat pembakaran tersebut. Hal lainnya juga motor ini juga lebih cepat panas sehingga tidak awet

Meskipun begitu mesin ini digunakan sebagai penghasil tenaga utama untuk industri skala besar yang memerlukan tenaga besar serta juga mesin ini relatif lebih murah. Pada banyak jenis alat transportasi motor ini juga banyak digunakan seperti sepeda motor dan juga mobil pengangkut barang serta penumpang. Untuk penggunaan pada sepeda motor mesin ini memerlukan pendingin yang lebih karena panas yang dihasilkan dapat menyebabkan mesin rusak dalam hal ini mesin memerlukan oli tambahan atau oli samping yang disediakan di tangki lain attau juga dicampur langsung pada bensin yang dimasukkan ke dalam tangki. Sedangkan pada mobil memerlukan radiator besar yang diisi dengan air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: