Just another WordPress.com site

ICC merupakan singkatan dari International Chamber of Commerce. Organisasi ini didirikan pada tahun 1919 dengan memiliki tujuan untuk melayani bisnis-bisnis yang ada di dunia dengan mempromosikan perdagangan dan investasi. ICC telah membuat sejumlah aktivitas untuk mencapai tujuannya, yakni mendirikan badan ICC international Court of Arbitration dalam hal mendengar dan menyelesaikan sengketa pribadi antar partai.
International Chamber of Commerce (ICC; Indonesia: Badan Perdagangan Internasional) merupakan sebuah organisasi nirlaba internasional yang bekerja mempromosikan dan mendukung perdagangan global dan globalisasi. Berperan sebagai perwakilan sejumlah bisnis dunia dalam ekonomi global, terhadap pertumbuhan ekonomi, pembuatan lowongan kerja, dan kemakmuran. Sebagai sebuah organisasi bisnis global, terdiri dari negara anggota, badan ini membantu pembangunan global pada masalah bisnis. ICC memiliki akses langsung ke pemerintah nasional di seluruh dunia melalui komite nasionalnya. (wikipedia)
Untuk mencapai tujuannya, ICC telah membuat sejumlah aktivitas. ICC International Court of Arbitration merupakan sebuah badan yang mendengar dan menyelesaikan sengketa pribadi antara partai. Pembuatan kebijakan mereka dan pembelaannya menjadikan pemerintah nasional, sistem PBB dan badan global lainnya mengetahui pemandangan bisnis dunia pada beberapa isu terhangat hari ini.
Sekretariat internasional organisasi dibentuk di Paris dan International Court of Arbitration ICC didirikan tahun 1923. Presiden pertama ICC adalah Etienne Clémentel. Bulan Desember 2004 Dewan Dunia memilih Yong Sung Park sebagai Pimpinan ICC, Marcus Wallenberg sebagai Wakil Pimpinan dan Jean-Rene Fourtou sebagai Pimpinan Kehormatan. Bulan Juni 2005, Guy Sebban terpilih menjadi Sekretariat Internasional oleh Dewan Dunia.
Meskipun ICC bermarkas di Paris, sidang ICC dapat berlangsung dimana saja dalam menerapkan hukum bagi para pihak telah sepakat untuk menggunakan ICC. Kasus yang diserahkan melalui ICC akan di”adili” oleh arbitrator dengan mendasarkan pada persoalan (kasus) yang menjadi kewenangan ICC. Dalam hal para pihak yang bersengketa tidak sepakat terhadap beberapa isu (masalah) yang berkembangan dalam penanganan kasus tersebut seperti penetapan tempat, dan lain sebagainya maka ICC memiliki kewenangan untuk menetapkannya.

Dalam konteks keputusan (award) yang dihasilkan, award tersebut harus mendapat persetujuan dari ICC (international court of arbitration) yang memiliki kewenangan untuk membuat modifikasi. Menyangkut pembiayaan akan ditentukan oleh kedua belah pihak secara bersama-sama dan merata, dimana sekretariat badan arbitrase akan mensyaratkan pembayaran administrasi dan biaya arbitrator. Perhitungan biaya (cost) didasarkan pada jumlah biaya yang telah ditentukan oleh ICC dan jumlah biaya yang disengketakan. Sekretariat mensyaratkan pula biaya deposit sebelum badan arbitrase memulai pekerjaannya. Oleh karena itu, dari segi pembiayaan, cost yang dikeluarkan sangatlah besar.

Indonesia merupakan salah satu Negara yang ikut serta dalam berkembangnya ICC. ICC Indonesia merupakan sebuah komite nasional perpanjangan tangan dari ICC dan KADIN Indonesia. ICC Indonesia memiliki visi untuk meningkatkan perdagangan internasional dengan para pembeli dari luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: