Just another WordPress.com site

Pemisahan bahan

Dalam industri khususnya yang menggunakan bahan-bahan pertanian, dibutuhkan banyak proses untuk mendapatkan hasil yang terbaik diantaranya adalah pemisahan bahan. Pemisahan bahan bertujuan agar bahan yang ingin diproses adalah bahan yang murni dan tidak ada campuran bahan lain atau juga agar bahan yang digunakan lebih mudah untuk diproses.
Pemisahan bahan pada dasarnya ada 2 jenis, yaitu pemisahan mekanis dan pemisahan kontak keseimbangan bahan, ini dibedakan menurut prinsip kerja dari pemisah tersebut. Pemisahan mekanis adalah pemisahan yang dalam prosesnya tidak merubah fase dari bahan yang digunakan, contohnya seperti pengayakan (screen), pengendapan, filtrasi (penyaringan), pengkompresan dan penghembusan. Sedangkan pemisahan kontak keseimbangan bahan menggunakan sifat-sifat dari bahan yang ingin dipisah seperti titik didih atau titik kristal. Contoh proses dari pemisahan ini adalah distilasi, kristalisasi, absorbsi, ekstraksi dan sublimasi (anonim, 2010).
Pada praktikum kali ini dipelajari tentang separator mekanis yang menggunakan proses pengayakan dan pengendapan. Alat yang menggunakan prinsip pengayakan adalah vibrating screen dan yang menggunakan prinsip pengendapan adalah settling tank.
Vibrating screen adalah alat pemisah bahan padatan yang lebih halus dengan bahan yang kasarnya, contohnya seperti tepung. Untuk pemisahan bahan dalam skala industri digunakan pengayakan atau screening sedangkan untuk skala laboratorium digunakan penyaringan atau sieving(Prabowo, 2009). Vibrating screen bekerja dengan menggunakan lapisan berlubang yang berukuran sangat kecil sehingga hanya bisa dilewati bahan yang sangat halus, jika pada industri rumah tangga biasanya hanya menggunakan alat pengayakan yang digerakkan oleh tangan tetapi pada industri besar digunakan vibrating screen yang digerakkan oleh motor. Lapisan(screen) yang digunakan memiliki lubang-lubang kecil yang ukurannya biasa disebut mesh. Mesh adalah banyak lubang yang terdapat pada lapisan screening per inch. Semakin tinggi nilai Meshnya maka semakin halus hasil yang didapatkan dari screening tersebut.
Vibrating screen memiliki beberapa komponen yaitu lapisan(screen), vibrator(penggetar), saluran hasil dan saluran sisa. Screen seperti dijelaskan di atas adalah komponen utamanya, vibrator pada alat ini menggunakan tenaga listrik atau sederhananya dapat menggunakan motor listrik yang dipasang untuk menggetarkan tabung untuk screening. Saluran hasil untuk menampung hasil screening dan saluran sisa untuk bahan yang masih berukuran besar dan tidak melewati screening.
Settling tank adalah alat yang digunakan untuk pengendapan, yang mana digunakan untuk pemisahan bahan cairan dan padatannya. Alat ini bekerja mengandalkan gaya gravitasi dan selisih massa jenis dari bahan yang ingin dipisahkan. Campuran cairan dan padatan yang didiamkan di dalam settling tank lama-kelamaan akan menghasilkan endapan, dimana endapan tersebut karena ada gaya untuk membentuk sedimennya (anonim, 2012). Proses pengendapan ini dipengaruhi juga oleh luas permukaan dari settling tank tersebut, karena semakin luas permukaannya maka semakin lebar tempat untuk terjadinya pengendapan.
Namun hal ini tidak dipengaruhi oleh ketinggian dari settling tank, karena walaupun ketinggiannya berubah, daerah dan gravitasi yang digunakan untuk pengendapan tetap sama. Yang penting dari pengendapan adalah beda dari massa jenis cairan dan padatan tersebut serta gaya yang diberikan untuk pengendapannya. Jika massa jenisnya lebih besar maka zat tersebut akan berada di bawah permukaan settling tank dan semakin besar gaya yang diterima juga lebih cepat menghasilkan endapan.
Kedua alat tersebut banyak digunakan di beberapa industri pertanian, karena pemisahan bahan juga adalah hal yang sangat penting dalam menghasilkan produk yang baik. Alat vibrating screen contohnya digunakan dalam pemisahan atau pembersihan tepung dalam banyak industri pangan. Pembersihan menggunakan alat ini juga dapat ditemukan pada industri palm oil, karena palm oil sangat kental maka digunakan screening untuk membersihkan kotoran hasil dari pemisahan ‘oil’nya dari bahan baku(anonim, 2010). Serta pada pabrik-pabrik pertambangan, vibrating screen digunakan untuk pembersihan barang tambang dari debu dan pasir.
Untuk settling tank banyak juga digunakan dalam industri produk-produk pangan. Misalnya pada pembuatan produk tahu dan tempe, pemisahan antara kedelai dan kulitnya, serat dan kotorannya. Alat ini juga banyak digunakan pada pengolahan limbah pada tingkat proses fisiknya. Selain itu pada pengolahan limbah terkadang menggunakan pemisahan campuran yaitu memakai cara penyaringan dan pengendapan sekaligus(Musanif, 2009). Dalam industri palm oil juga digunakan settling tank, yaitu pada pemisahan antara minyak sawit impuriti dan minyak sawit yang masih memiliki kandungan airnya. Untuk proses di atas alat settling tank yang digunakan menggunakan tambahan pemanas, karena prinsip minyak yang memiliki perbedaan berat jenis pada suhu yang berbeda(anonim, 2012).
Seperti telah disebut di awal, pemisahan juga ada yang menggunakan sifat-sifat dari bahan yang ingin dipisah. Pemisahan ini adalah sublimasi, kristalisasi, distilasi, ekstraksi, dan absorbsi. Biasanya pemisahan ini menggunakan bahan cairan dan padatannya meskipun ada yang dari padatan langsung menjadi uap.
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod.
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut dan pembuatan gula putih dari tebu.
Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.
Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran (anonim, 2010).

Daftar Pustaka

Anonim (2010). Metode Pemisahan Campuran. http://omiimo.files.wordpress.com/2010/05/metode-pemishn-cmprn.pdf. [terhubung berkala] 25 april 2012
Anonim (2012). Continuous Settling Tank. http://mypalmoilindustry.blogspot.com/2012/02/continous-settling-tank.html. [terhubung berkala] 25 april 2012
Anonim, 2010. Proses Pengolahan Minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil). http://kampongpergam.wordpress.com/tag/pabrik-kelapa-sawit. [terhubung berkala] 25 april 2012
Anonim, 2012. Settling. http://en.wikipedia.org/wiki/Settling . [terhubung berkala] 25 april 2012
Musanif, Jamil (2009). Pedoman Desain Teknik IPAL Agroindustri. 202.43.189.41/layanan_informasi/pengolahan_hasil_pertanian/draft_pedoman_desain_teknik_ipal_agroindustri.pdf [terhubung berkala] 25 april 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: