Just another WordPress.com site

Mixing adalah suatu proses pencampuran bahan sehingga dapat bergabung menjadi suatu homogen yang bersifat seragam dan memiliki penyebaran yang sempurna. Prinsip pencampuran didasarkan pada peningkatan pengacakan dan distribusi dua atau lebih komponen yang mempunyai sifat yang berbeda. Pencampuran dapat dikarakterisasi dari waktu yang dibutuhkan, keadaan produk atau bahkan jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan pencampuran (Hazirur, 2010).
Berdasarkan sifat dari bahannya pencampuran bahan dapat dibedakan atas pencampuran bahan cair, bahan viskos, dan pencampuran bahan padat. Pencampuran bahan cair memiliki karakteristik bahan yang dicampur cair, memenuhi ruang, ada gerakan aliran bahan ke pengaduk, tidak memerlukan gaya gunting yang besar dan tenaga yang diperlukan relatif lebih kecil. Pencampuran bahan cair berguna untuk menggabungkan bahan-bahan cair, mendispersikan bahan cair, meningkatkan pindah panas antara bahan cair dan penukar panas serta meningkatkan kapasitas kalor dari suatu bahan. Dalam suatu proses pengadukan, beberapa tujuan diatas dapat dicapai secara sekaligus, contohnya pada proses hidrogenasi katalitis minyak.
Pencampuran bahan bersifat viskos memiliki karakteristik viskositas yang tinggi, bahannya plastis dan berbentuk pasta, memerlukan gaya gunting (shear force) yang lebih besar, memerlukan energi spesifik juga lebih besar (sampai 1 KWH/Kg), tidak ada aliran bahan menuju pengaduk. Pencampuran ini biasanya bukan hanya bahan viskos yang dicampur, bisa jadi pencampuran bahan padat dan cair yang akhirnya membentuk bahan viskos, atau bahan pasta yang dicampurkan bahan padat atau bahan cair. Hal tersebut tergantung dari tujuan akhir pencampuran yang ingin dilakukan, baik meningkatkan nilai viskos atau menurunkannya.
Pencampuran bahan padat memiliki karakteristik yang hampir sama dengan bahan cair yaitu memenuhi ruang, ada aliran bahan ke pengaduk, tidak memerlukan gaya gunting yang besar dan tenaga yang diperlukan relatif kecil. Tetapi pada bahan yang padat aliran bahan ke pengaduk bukan karena sendirinya tetapi ada gaya yang diberikan oleh pengaduk tersebut. Pencampuran bahan padat berguna untuk mencampur bahan yang memiliki sifat berbeda dan dapat diproses pada saat yang bersamaan, hal ini juga dilakukan untuk merubah fisik dari bahan tersebut, dan juga merubah karakteristik bahan tersebut baik dari rasa, dan baunya.
Meskipun pada tingkat laboratorium, reaksi kimia yang dilakukan memungkinkan pencampuran bahan cair-gas, proses ini contohnya seperti proses hidrogenasi, khorinasi, fosfogensi, oksidasi cairan oleh udara (fermentasi, memasukkan udara kedalam lumpur dalam instalasi penjernih biologis), meningkatkan kadar (melarutkan) gas dalam cairan (misalnya HCL dalam air, oksigen dalam cairan-cairan), membangkitkan basa misalnya busa pemadam api (Suparni, 2009).
Alat pencampur pada pergerakkannya dibedakan berdasarkan 3 macam, pencampur dengan pengaduk bergerak, pencampur yang wadahnya bergerak, dan pencampur yang keduanya bergerak. Mesin yang pengaduknya bergerak, biasanya impellernya terhubung dengan motor penggerak yang memutar pengaduk serta memutar arah adukan impeller tersebut, sistem seperti ini banyak digunakan pada mixer yang terbuka. Untuk pencampur yang hanya wadahnya yang bergerak impeller terpasang/menyatu pada wadahnya sehingga pada saat wadahnya bergerak bahan diaduk oleh impeller tersebut. Sedangkan untuk yang keduanya bergerak, motor tidak hanya digunakan untuk memutar impeller tetapi juga wadahnya dengan menggunakan gear atau pada kebanyakan mesin seperti ini disebut reducer.
Impeller secara umum adalah piringan yang terhubung pada rotor untuk menggerakkan atau membuat aliran pada zat yang ada di dekatnya, impeller bukan hanya pada mixing tetapi banyak juga digunakan pada pompa sebagai pembuat aliran zat yang didorong oleh impeller baik itu zat cair maupun udara. Pada pompa impeller memiliki sudut yang melengkung dan dipasangkan pada poros sedangkan pada mixer, impeller dibentuk sebagai alat pembuat aliran.
Sedangkan berdasarkan jenis atau bentuk impellernya pengaduk (mixer) memiliki banyak jenis. Tetapi menurut aliran yang dibentuk oleh impeller tersebut mixer dibagi 2 yaitu axial flow impeller dan radial flow impeller. Axial membentuk aliran pada pengadukan menjadi satu arah sedangkan Radial membuat pengadukan memiliki dua arah aliran yang berlawanan, pengaduk ini keduanya dipakai pada bahan yang cair.

Radial impeller mempunyai cover plate yang terletak pada bagian depan maupun belakang impeller yang juga dibuat beberapa sudut hal ini ditujukan untuk meningkatkan efesiensi dari pengadukan tersebut. Beberapa impeller juga dibuat sedemikian rupa untuk tidak merintangi aliran dari bahan yang diaduk, hal ini juga berprinsip untuk mengefisiensikan pengadukan serta ada beberapa bahan yang memerlukan impeller berbentuk khusus. Axial impeller disebut juga propeller dimana dapat dipasang secara tetap atau dapat diubah-ubah, impeller jenis ini biasanya banyak dipakai pada pompa. Pompa dengan impeller ini digunakan untuk memompa cairan dengan kapasitas yang besar tetapi total head yang dicapairelatif rendah. Contoh penggunaan pompa axial impeller ini adalah untuk pompa penanggulangan banjir, pompa irigasi, pompa air pendingin pembangkit tenagalistrik dan lain-lain. Seperti yang ditambahkan tadi impeller juga ada yang berkebutuhan khusus ini dinamakan speciality impeller, yang biasa digunakan untuk bahan bahan yang campurannya memiliki sifat khusus seperti tidak boleh tercampur dengan udara luar, atau susah untuk digerakkan dan susah untuk diberikan aliran seperti lumpur, campuran air-gas, campuran cairan yang benar-benar bersih (Nanda, 2010).
Banyak dari mesin pengaduk ini pada pemasangannya, motor yang digunakan tidak langsung dihubungkan pada pengaduk menggunakan as roda, tetapi menggunakan gear reducer. Reducer ini berguna untuk mengatur kecepatan dan kekuatan putaran yang ingin digunakan terhadap bahan yang diaduk. Reducer tersusun dari beberapa gear yang memiliki ukuran yang berbeda dengan perbandingan yang disesuaikan untuk memberi kecepatan dan kekuatan yang tepat. Prinsipnya reducer mengurangi putaran contohnya pada worm gear, gear yang terhubung pada impeller berukuran 2 kali dari gear yang terhubung langsung pada motor, hal ini menyebabkan pada gear yang lebih besar kecepatan putarannya lebih kecil dari yang datang dari mesin dan kekuatannya lebih besar.

Rahayu, Suparni Setyowati (2009). Pencampuaran Bahan Padat-Cair. (terhubung berkala) http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/teknologi-proses/pencampuran-bahan-padat-cair/. 10 Mei 2012
Rohman, Hazirur (2010). MIXING. (terhubung berkala). http://www.azierohman.co.cc/2010/06/mixing.html . 10 Mei 2012
Rahadiansyah, M. Nanda (2010). Laporan Peralatan Industri PERALATAN PENCAMPURAN(MIXING). (terhubung berkala) http://www.scribd.com/doc/38636057/Laporan-Peralin-CIA-Vi . 10 Mei 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: